Longlife learning

Kewajiban Suami terhadap Istri (lanjutan)

January 18, 2009 · Leave a Comment

Dan sabda Rasulullah SAW :

Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang kepemimpinannya. Imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pelayan adalah pemimpin dalam menjaga harta tuannya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Dan masing-masing dari kamu sekalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. [HR. Bukhari dari Ibnu ‘Umar, juz 1, hal. 215]


Dari ‘Aisyah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap istriku”. [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 369]


Dari Hakim bin Mu’awiyah Al-Qusyairiy, dari bapaknya, ia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, apa yang menjadi haknya istri atas suaminya ?”. Rasulullah SAW bersabda, “Kamu memberinya makan apabila kamu makan, kamu memberinya pakaian apabila kamu berpakaian, jangan memukul muka, janganlah kamu menjelek-jelekkannya dan janganlah kamu meninggalkannya (karena marah) kecuali di dalam rumah”. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 244]


Dari ‘Abdullah bin Zam’ah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Janganlah seseorang diantara kamu memukul istrinya sebagaimana memukul budaknya, kemudian mengumpulinya di malam hari”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 153]


Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Cukuplah bagi seseorang itu berdosa, apabila ia mengabaikan orang yang makan dan minumnya menjadi tanggungannya”. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 132]


Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Satu dinar kamu infaqkan fii sabiilillah, satu dinar kamu pergunakan untuk memerdekakan budak, satu dinar kamu sedeqahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang kamu belanjakan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya ialah yang kamu belanjakan untuk keluargamu”. [HR. Muslim juz 2, hal. 692]


Dari Abu Mas’ud, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Apabila seorang laki-laki memberi belanja kepada keluarganya dengan mengharap pahala dari Allah, maka yang demikian itu tercatat sebagai sedeqah”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 20]


Dari Hakim bin Hizaam RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tangan yang di atas itu lebih baik dari pada tangan yang di bawah. Dahulukanlah dalam pemberianmu kepada orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedeqah ialah yang lebih dari keperluan. Dan barangsiapa yang berlaku perwira, maka Allah akan memelihara keperwiraannya dan barangsiapa yang mencukupkan diri, maka Allah akan mencukupkannya”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 117]


Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka apabila menemui sesuatu urusan hendaklah ia berkata yang baik atau diam. Dan nasehatilah para wanita (para istri), karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan sesungguhnya sebengkok-bengkok tulang rusuk adalah yang paling atas. Jika kamu paksa meluruskannya (dengan kekerasan), berarti kamu mematahkannya, dan jika kamu membiarkannya, maka akan tetap bengkok. Maka nasehatilah para wanita dengan baik”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1091]


Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Terhadapmu ia tidak bisa berlaku pada jalan yang lurus. Jika kamu mengambil kesenangan dengannya, niscaya kamu mendapat kesenangan dengannya dalam keadaan dia bengkok itu, dan jika kamu meluruskannya, niscaya kamu menyebabkan patahnya. Sedangkan patahnya itu berarti cerainya. [HR. Muslim juz 2, hal. 1091]

Dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Seandainya seseorang diantara kamu ketika mendatangi istrinya membaca Bismillaahi, Alloohumma jannibnasy-syaithoona wa jannibisy-syaithoona maa rozaqtanaa (Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari syaithan, dan jauhkanlah syaithan dari rezqi yang Engkau anugerahkan kepada kami), lalu dari hubungan keduanya itu ditaqdirkan lahirnya anak, maka syaithan tidak akan membahayakannya”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 45]


Dari Iyas bin ‘Abdullah bin Abu Dzubab , ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian memukul kaum wanita “. Kemudian ‘Umar datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Ya Rasulullah, kini para istri menjadi berani kepada suaminya”. Maka Rasulullah SAW mengizinkan untuk memukul mereka. Tiba-tiba rumah Rasulullah SAW dikerumuni oleh banyak wanita yang mengadukan kekejaman suami mereka, maka Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh telah banyak wanita mengelilingi rumah keluarga Muhammad, mereka mengeluh tentang kekejaman suaminya. Mereka (para suami yang kejam itu) bukanlah orang-orang yang baik diantara kalian”. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 245]


Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci kepada orang mukmin perempuan, jika dia tidak menyukai sesuatu kelakuannya, pasti ada juga kelakuan lainnya yang menyenangkan”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1091]


Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik diantara mereka akhlaqnya, dan orang yang paling baik diantara kamu sekalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya”. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 315]


Sumber:

Brosur Kajian Ahad Pagi Majlis Tafsir Alquran (MTA)

Tema: Rasulullah SAW suri teladan yang baik (bagian ke-33)

Ahad, 31 Desember 2006/10 Dzulhijjah 1427

→ Leave a CommentCategories: as a husband

Adu strategi di EURO 2008, sebuah model perenungan

June 20, 2008 · 1 Comment

Sejak 7 Juni lalu, Piala Eropa 2008 telah dimulai. Jutaan perhatian orang tertuju pada pesta sepak bola terbesar yang dihelat di Eropa tersebut. Kali ini Austria-Swiss menjadi tuan rumah bersama. Banyak pihak yang terlibat dalam even ini. Salah satunya adalah para pelatih dari 16 tim yang berlaga dalam EURO 2008.

Dari tiap tim yang berlaga di even ini, kesemua pelatih harus bersiap memutar otak untuk meramu strategi yang jitu agar timnya dapat memenangkan setiap pertandingan dan menjadi yang terbaik dalam kejuaraan ini.

Marco Van Basten, mantan pemain tim nasional “kincir angin” Belanda dan klub AC Milan di era 80-90an yang kini menjadi arsitek tim nasional Belanda, adalah salah satu nama yang mencuat dalam even ini seiring dengan kegemilangan prestasi anak asuhnya (tim nasional Belanda) di babak penyisihan EURO 2008.

Ya, memang dengan prestasi nyata, seseorang akan mendapat sebuah pengakuan. Tentulah bukan sekedar membalikkan telapak tangan baginya untuk bisa mencapai prestasi tersebut. Banyak hal yang berpengaruh dan membutuhkan waktu yang tidak singkat dalam mewujudkannya. Selain itu, di awal kepemimpinannya sebagai arsitek tim “oranye” ini, dia banyak mendapat tekanan dari pihak-pihak yang tidak percaya pada kinerjanya. Mengingat dia tergolong “pendatang baru” dalam dunia kepelatihan. Namun dalam prestasi sebagai pemain, pemenang 2 kali gelar pemain terbaik Eropa dan dunia ini tidak lagi diragukan.

Menarik sekali menyimak sejenak tentang dunia kepelatihan, bagaimana mereka bekerja, siapa saja pihak-pihak yang bekerja sama dengan sang pelatih, dan hal menarik lainnya hingga seorang pelatih bisa mencapai kesuksesannya, atau bahkan menjadi terpuruk tanpa prestasi.

Dalam sebuah tim, seorang pelatih kepala (head coach) mempunyai asisten yang ahli di bidangnya. Diantaranya adalah: pelatih kiper (goalkeeping coach), pelatih kebugaran (fitness coach), pemantau bakat (scout), dan asisten pelatih lainnya. Kesemuanya saling berkomunikasi dalam arahan seorang pelatih kepala untuk dapat membentuk sebuah tim yang dapat menyuguhkan strategi permainan yang indah. Dan para pemain adalah pelaksana strategi tersebut tuk mencapai sebuah prestasi.

Selain itu, seorang pelatih juga mengumpulkan berbagai informasi terkait internal tim (info tentang pemain) maupun tentang kekuatan lawan tanding mereka, dengan harapan agar keutuhan tim terus terjaga yang dapat menjadi modal utama untuk menerapkan strategi dalam pertandingan. Tak jarang juga mereka menggunakan alat perekam (video) untuk mengamati dan belajar dari strategi yang diterapkan oleh lawan untuk kemudian dijadikan dasar dalam merumuskan strategi bertanding agar dapat memenangkan setiap pertandingan.

Di lain sisi, ada sebuah nilai moral yang begitu dijunjung dalam sepak bola profesional, yaitu “good attitude”. Sehingga setiap kemenangan tentulah harus diraih dengan cara yang baik (baca: sesuai aturan). Masih hangat dalam ingatan kita, bagaimana proses hilangnya status juara liga itali (Juventus) ketika tersangkut kasus “calciopoli”, terkait dengan suap-menyuap dan pengaturan skor pertandingan dengan pihak tertentu. Titel juara yang diperjuangkan dalam waktu hampir satu tahun, hilang dalam sekejap.

Hikmah dari dunia kepelatihan ini:

Dalam “turnamen” kehidupan kita, seorang pelatih kepala adalah layaknya otak dan hati kita yang terus mencoba saling berkomunikasi. Sang asisten pelatihnya adalah kondisi psikis dan panca indera kita saling bekerja sama guna menyediakan informasi dalam sebuah arahan otak dan hati kita untuk menyuguhkan sebuah pribadi yang menawan dan beramal shaleh. Sehingga akan teramu menjadi sebuah strategi hidup yang visioner, menjadi manfaat bagi sebanyak-banyak manusia dalam bingkai pengabdian kepada Allah.

Memori kita adalah alat perekam dari gerak-gerik musuh yang akan kita hadapi, baik yang muncul dari dalam diri maupun dari godaan di luar diri kita yang kesemuanya dimotori oleh setan. Perenungan di sepertiga malam terakhir akan sangat membantu kita dalam mengamati kesalahan kita maupun strategi musuh yang akan kita hadapi. Dengan semakin sering merenung (baca: konsisten), InsyaAllah akan semakin banyak informasi yang kita dapat untuk meramu (berfikir) strategi jitu dalam memenangkan pertandingan dalam kehidupan ini.

Sedangkan fisik, harta, dan segala anugerah Allah yang diamanahkan kepada kita adalah senjata untuk mewujudkan semua itu menjadi sebuah kemanfaatan yang dirasakan oleh sebanyak-banyak umat.

Dan tentunya, Al Quran dan As Sunnah yang dapat menjadi pembeda yang hak dan yang batil, dan menjadi panduan bagi mereka yang merindukan kemenangan yang kekal.

Kemanfaatan yang muncul dari pribadi yang ikhlas adalah suatu yang luar biasa. Hidupnya adalah untuk mengabdi sebagai pelayan Allah di bumi ini. Dan sebagai penerus risalah penyampai kabar gembira dan peringatan dari Allah dalam setiap tipe kehidupan yang dijalaninya. Itulah prestasinya, dimana (tanpa diminta) orang akan merasakan kemanfaatan (prestasi) darinya.

Mari senantiasa mengevaluasi (hisab) diri dan menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini dan kemarin.

Kata orang sih, ada kalanya hidup itu di bawah dan ada waktunya pula di atas. Namun tentulah entah di atas atau di bawah, ada penyebabnya bukan?

→ 1 CommentCategories: Hikmah