Dan sabda Rasulullah SAW :
Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang kepemimpinannya. Imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pelayan adalah pemimpin dalam menjaga harta tuannya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Dan masing-masing dari kamu sekalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. [HR. Bukhari dari Ibnu ‘Umar, juz 1, hal. 215]
Dari ‘Aisyah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap istriku”. [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 369]
Dari Hakim bin Mu’awiyah Al-Qusyairiy, dari bapaknya, ia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, apa yang menjadi haknya istri atas suaminya ?”. Rasulullah SAW bersabda, “Kamu memberinya makan apabila kamu makan, kamu memberinya pakaian apabila kamu berpakaian, jangan memukul muka, janganlah kamu menjelek-jelekkannya dan janganlah kamu meninggalkannya (karena marah) kecuali di dalam rumah”. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 244]
Dari ‘Abdullah bin Zam’ah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Janganlah seseorang diantara kamu memukul istrinya sebagaimana memukul budaknya, kemudian mengumpulinya di malam hari”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 153]
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Cukuplah bagi seseorang itu berdosa, apabila ia mengabaikan orang yang makan dan minumnya menjadi tanggungannya”. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 132]
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Satu dinar kamu infaqkan fii sabiilillah, satu dinar kamu pergunakan untuk memerdekakan budak, satu dinar kamu sedeqahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang kamu belanjakan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya ialah yang kamu belanjakan untuk keluargamu”. [HR. Muslim juz 2, hal. 692]
Dari Abu Mas’ud, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Apabila seorang laki-laki memberi belanja kepada keluarganya dengan mengharap pahala dari Allah, maka yang demikian itu tercatat sebagai sedeqah”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 20]
Dari Hakim bin Hizaam RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tangan yang di atas itu lebih baik dari pada tangan yang di bawah. Dahulukanlah dalam pemberianmu kepada orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedeqah ialah yang lebih dari keperluan. Dan barangsiapa yang berlaku perwira, maka Allah akan memelihara keperwiraannya dan barangsiapa yang mencukupkan diri, maka Allah akan mencukupkannya”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 117]
Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka apabila menemui sesuatu urusan hendaklah ia berkata yang baik atau diam. Dan nasehatilah para wanita (para istri), karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan sesungguhnya sebengkok-bengkok tulang rusuk adalah yang paling atas. Jika kamu paksa meluruskannya (dengan kekerasan), berarti kamu mematahkannya, dan jika kamu membiarkannya, maka akan tetap bengkok. Maka nasehatilah para wanita dengan baik”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1091]
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Terhadapmu ia tidak bisa berlaku pada jalan yang lurus. Jika kamu mengambil kesenangan dengannya, niscaya kamu mendapat kesenangan dengannya dalam keadaan dia bengkok itu, dan jika kamu meluruskannya, niscaya kamu menyebabkan patahnya. Sedangkan patahnya itu berarti cerainya. [HR. Muslim juz 2, hal. 1091]
Dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Seandainya seseorang diantara kamu ketika mendatangi istrinya membaca Bismillaahi, Alloohumma jannibnasy-syaithoona wa jannibisy-syaithoona maa rozaqtanaa (Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari syaithan, dan jauhkanlah syaithan dari rezqi yang Engkau anugerahkan kepada kami), lalu dari hubungan keduanya itu ditaqdirkan lahirnya anak, maka syaithan tidak akan membahayakannya”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 45]
Dari Iyas bin ‘Abdullah bin Abu Dzubab , ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian memukul kaum wanita “. Kemudian ‘Umar datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Ya Rasulullah, kini para istri menjadi berani kepada suaminya”. Maka Rasulullah SAW mengizinkan untuk memukul mereka. Tiba-tiba rumah Rasulullah SAW dikerumuni oleh banyak wanita yang mengadukan kekejaman suami mereka, maka Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh telah banyak wanita mengelilingi rumah keluarga Muhammad, mereka mengeluh tentang kekejaman suaminya. Mereka (para suami yang kejam itu) bukanlah orang-orang yang baik diantara kalian”. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 245]
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci kepada orang mukmin perempuan, jika dia tidak menyukai sesuatu kelakuannya, pasti ada juga kelakuan lainnya yang menyenangkan”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1091]
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik diantara mereka akhlaqnya, dan orang yang paling baik diantara kamu sekalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya”. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 315]
Sumber:
Brosur Kajian Ahad Pagi Majlis Tafsir Alquran (MTA)
Tema: Rasulullah SAW suri teladan yang baik (bagian ke-33)
Ahad, 31 Desember 2006/10 Dzulhijjah 1427